Tata Cara Berbuka Puasa Berdasarkan beberapa Hadist

Orang-orang yang berpuasa, berbuka di sisimu dan semoga orang-orang yang baik memakan makananmu, serta semoga para malaikat memohonkan rahmat untukmu. aamiin. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan An-Nasa’i dengan sanad sahih)
Berbuka Puasa

Tata Cara Berbuka Puasa Berdasarkan beberapa Hadist


Berikut Tata cara berbuka puasa Berdasarkan beberapa Hadist yaitu :

  1. Ucapakan “Bismillah”[1] lalu berbuka (membatalkan puasa) ketika mendengar adzan, Bisa dengan ruthab (kurma basah) atau tamr (kurma kering) atau seteguk air.[2]
  2. Kemudian baru membaca doa berbuka puasa, Ini berdasarkan hadits,

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠّﻢَ، ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ ﻗَﺎﻝَ  ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈّـَﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ 
“Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam apabila telah berbuka puasa, beliau berdoa : 
ﺫَﻫَﺐَ ﺍﻟﻈّـَﻤَﺄُ ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ، ﻭَﺛَﺒَﺖَ ﺍﻟْﺄَﺟْﺮُ ﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪُ 
“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaallah.”
“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”[3]

Ada dua alasan doa berbuka dengan cara ini berdasarkan hadits

  1. Lafadz hadits “telah berbuka” ( ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻓْﻄَﺮَ), artinya brliau telah berbuka/membatalkan puasanya yaitu sudah makan kurma atau minum air
  2. Lafdz doa ketika berbuka “telah basah kerongkongan” (ﻭَﺍﺑْﺘَﻠّـَﺖِ ﺍﻟْﻌُﺮُﻭﻕُ), ini menunjukkan sudah makan dahulu dengan pembuka


Jadi doa berbuka puasa tidaklah dibaca sebelum membatalkan puasa/ sebelum berbuka
Mohon maaf, adapun doa berbuka puasa yang mungkin cukup terkenal, akan tetapi doa ini sanadnya dhaif, yaitu doa

ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﻟَﻚَ ﺻُﻤْﺖُ ﻭَﺑِﻚَ ﺁﻣَﻨْﺖُ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺭِﺯْﻗِﻚَ ﺃَﻓْﻄَﺮْﺕ

“Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu”
(Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka).”[4]

Penyusun: Raehanul Bahraen
Dilansir dari Artikel www.muslimafiyah.com


Catatan kaki :

[1] Ini adalah perintah umum sebelum makan mengucapkan “Bismillah”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻛَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺬْﻛُﺮِ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓَﺈِﻥْ ﻧَﺴِﻰَ ﺃَﻥْ ﻳَﺬْﻛُﺮَ ﺍﺳْﻢَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻓِﻰ ﺃَﻭّﻟِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻞْ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻭّﻟَﻪُ ﻭَﺁﺧِﺮَﻩُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirahu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.

[2] Sebagaimana contoh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu,

ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮ ﻝُ ﺍﻟﻠِّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪً ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳُﻔْﻄِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺭُﻃَﺒَﺎﺕٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃََﻥْ ﻳُﺼَﻠِّﻲَ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﻜُﻦْ ﺭُﻃَﺒَﺎ ﺕٌ ﻓَﻌَﻠَﻰ ﺗَﻤَﺮَﺍﺕٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢ ﺗَﻜُﻦْ ﺣَﺴَﺎ ﺣَﺴَﻮﺍﺕٍ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﺀٍ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan kurma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air” (HR. Ahmad, Abu Dawud, sanadnya shahih)

[3] HR. Abu Daud 2/306, no. 2357, lihat Shahih al-Jami’ 4/209, no. 4678

[4] Mulla ‘Ali Al Qari mengatakan, “Tambahan ‘wa bika aamantu ‘ adalah tambahan yang tidak diketahui sanadnya , walaupun makna do’a tersebut shahih.”(Mirqatul Mafatih, 6/304)


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Tata Cara Berbuka Puasa Berdasarkan beberapa Hadist, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

sumber*

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Tata Cara Berbuka Puasa Berdasarkan beberapa Hadist"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel